Rabu, 14 Oktober 2009

SEJARAH DAN CARA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Kingdom :

Plantae

Devisi :

Magnoliophyta

Kelas :

Liliopsida

Ordo :

Arecales

Famili :

Arecaceae

Genus :

Elaesis Jacq


Dalam artikel ini penulis ingin menceritakan kepada sobat sekalian tentang apa itu kelapa sawit, sejarahnya dan bagaimana cara budidayanya. Yang mana bahan artikel ini beberapa dikutip dari berbagai sumber seperti Wikipedia dan tabloid Sinar Tani.

Sebelum lebih lanjut saya ingin mendiskripsikan kepada sobat sekalian bagaimana tanaman Kelapa Sawit, karena mungkin diantara sobat sekalian ada yang belum pernah melihat tanaman kelapa sawit.

Kelapa sawit atau Eleasis guineensis jacg adalah tanaman yang berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

Seperti jenis palma lainnya, daunnya berbentuk majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelepah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertabah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Buah terdiri dari tiga lapisan : a) Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin, b) Mesoskarp, serabut buah, c) Endoskarp, cangkang pelindung inti.

Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak berkualitas tinggi.

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generative. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).


I. PENGANTAR

Kelapa sawit,pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1848, yang dibawa dari Mamitius dan Amsterdam yang kemudian ditanam di kebun Raya Bogor.

Kelapa sawit merupakan tanaman yang sudah sejak lama dan banyak diusahakan di Indonesia, yang dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, baik itu bahan membuat minyak masak, minyak industry, bahan bakar (biodiesel). Dan juga minyak sawit banyak digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarine, sabun, kosmetika, industry baja, kawat, radio, kulit dan indusri farmasi.

Sekarang kebun kelapa sawit tidak hanya disusahakan oleh perusahaan Negara dan swasta tetapi juga banyak diusahakan oleh masyarakat luas. Oleh sebab itu pemerintah memberikan dukungan besar-besaran terhadap perkebunan dengan kebijakan revitalisasi perkebunan, yaitu perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman yang didukung oleh kredit investasi dan subsidi bunga, dengan melibatkan perusahaan perkebunan sebagai mitra atau langsung kelompok tani/koperasi pekebun sebagai pelaksana.

Saat ini luas tanaman kelapa sawit telah mencapai lebih dari 5 juta hektar, yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Maluku dan papua. Salah satu permasalahan dalam perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini adalah produktivitas riil yang masih dibawah potensi produksi. Data tahun 2007 menunjukkan, bahwa produktivitas kelapa sawit Indonesia baru mencapai 13 ton Tandan Buah Segar (TBS)hektar/tahun, padahal potensinya dapat mencapai lebih dari 24 ton TBS/hektar/tahun, padahal potensinya dapat mencapai lebih dari 24 ton TBS/hektar/tahun.

Secara umum, ada 3 (tiga) faKtor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit, yaitu : (1) faktor lingkungan, (2) faktor bahan tanaman dan(3) factor tindakan kultur teknis. Kegiatan factor tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit.

II. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT

A. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan terdiri dari iklim, tanah dan topografi. Pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit sulit dicegah, namun dapat diupayakan agar hambatan faktor lingkungan berubah menjadi faktor pendukung melalui campur tangan teknologi.

Unsur iklim yang optimal untuk kelapa sawit adalah curah hujan 2.000 – 2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun; lama penyinaran matahari 5 – 7 jam per hari; dan ketinggian di atas permukaan laut yang optimum 0 – 500 meter.

Kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, seperti tanah podzolik coklat, podzolik kuning, podzolik coklat kekuningan, pozolik merah kuning, hidromorfik kelabu, alluvial, regosol, gley humik, dan lahan gambut. Kemasaman optimum, (pH) 5 – 5,5. Kemiringan tanah yang baik untuk kelapa sawit antara 0 – 15 derajat, sedangkan di atas kemiringan 15 derajat harus dibuat kontur.

Untuk mencegah kerusakan lingkungan tanah secara fisik, kimia dan biologi, maka pada penyiapan lahan bekas hutan, dianjurkan pokok kayu hutan cukup dipotong setinggi 0,5 – 1,5 meter dari permukaan tanah. Pengolahan tanah tidak dianjurkan karena akar kelapa sawit dapat menembus lapisan tanah walaupun tidak diolah.

B. Benih

Benih tanaman yang unggul akan menjamin pertumbuhan dan tingkat produktivitas yang tinggi. Untuk menjamin tersediannya benih kelapa sawit unggul, Pemerintah memberikan ijin kepada beberapa perusahaan antara lain pusat penelitian kelapa sawit (PPKS), untuk memperbanyak kecambah sebagai bahan untuk pembenihan bagi penangkar benih kelapa sawit. Bagi pekebun yang akan menanam kelapa sawit diharapkan untuk memperoleh benih kelapa sawit dari penangkar benih yang terdaftar.

C. Penanaman kelapa sawit

Sebelum penanaman kelapa sawit, penting ditetapkan lubang tanam dan arah barisan tanaman yaitu dari utara ke selatan. Lubang tanam dibuat beukuran 60 x 60 x 60 cm.

Kerapatan dan jarak tanam antar pohon di sesuaikan dengan kondisi lahan. Gambaran kerapatan tanaman disajikan pada table 1.

Tabel 1. Kerapatan tanaman dan Jarak Tanaman antar pohon *)

Kerapatan tanam (pohon/hektare)

Jarak tanam antar pohon (segitiga sama sisi) (meter)

Jarak tegak lurus antarbaris (meter)

128

9,50

8,23

130

9,40

8,14

136

9,20

7,97

143

9,00

7,79

148

8,80

7,62

160

8,50

7,36

*) Data PPKS

Bibit yang sudah berumur 12 – 14 bulan ditanam dalam lubang dan ditimbun sampai 5 cm di bawah permukaan tanah.

D. Pemeliharaan tanaman kelapa sawit

Pemeliharaan tanaman kelapa sawit dibedakan atas (1) pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan, disingkat TBM, yaitu pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang berumur antara 1 – 3 tahun dan (2) pemeliharaan tanaman menghasilkan, disingkat (TM), yaitu pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang berumur lebih dari 3 tahun.

Beberapa perlakuan penting pemeliharaan kelapa sawit sejak TBM sampai TM sebagaiberikut :

1. Memelihara garuk piringan pokok piringan pokok digaruk bersih 1 x sebulan, pada waktu :

TBM tahun pertama, radius 1 meter

TBM tahun kedua, radius 2,5 meter

TBM tahun ketiga, radius 2 meter

2. Pemeliharaan gawangan

Gulma liar dan anak kayu yang tumbuh di gawangan dibersihkan 1 kali sebulan selama 2 tahun. Kacangan yang menjalar ke pelepah daun sawit agar diturunkan dan tidak dibenarkan memotong pelepah daun.

3. Kastrasi

Kastrasi adalah pekerjaan memotong dan membuang bunga jantan dan betina dengan menggunakan alat chisel. Bunga-bunga yang sudah di kastrasi dibuang ke gawangan atau dibakar. Kastrasi dilakukan sekali sebulan pada saat tanaman umur 12 – 18 bulan

4. Tunas pasir

Tunas pasir adalah pekerjaan memotong cabang pelepah daun yang telah kering dengan menggunakan alat egrek. Pemotongan cabang harus mepet dengan pangkal batang. Cabang potongan dibuang ke gawangan mati. Pada saat penunasan di TM harus usahakan sampai batas songgo dua sehingga setelah ditunas jumlah pelepah daun masih tersisa 48 – 54 pelepah.

5. Konsolodasi pokok

Konsolodasi pokok adalah pekerjaan menegakkan pokok yang doyong dengan cara menimbun pangkal batang dengan tanah sehingga tanaman tegak dengan kokoh.

Konsolidasi pokok dilakukan pada TBM tahun I sampai TBM tahun ke 3.

6. Penyisipan

Tanaman yang rusak atau mati disisipi dengan tanaman baru agar populasinya cukup dan pertumbuhannya merata atau homogen. Penyisipan dilakukan sejak TBM tahun 1 sampai umur 5 tahun.

7. Pemeliharaan saluran air dan teras

Saluran air dan teras dipelihara agar tetap berfungsi dengan baik. Rumput atau belukar dibersihkan agar air mengalir lancer.

Pengendalian hama penyakit

A. Hama dan pengendalian

Pengendalian hama adalah usaha untuk menurunkan populasi hama sampai pada tingkat ambang batas ekonomi dan tidak melampaui batas kritis keseimbangan alam beberapa hama danpenyakit yang sering ditemukan pada tanaman kelapa sawit diuraikan berikut ini.

1. Kumbang penggerek

(Oryctes sp.)

Kumbang penggerek menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM) sampai umur 2 tahun. Gejala serangan terlihat pada bekas lubang gerekan pada pangkal batang mengarah pada titik tumbuh tanaman. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual dan kimiawi. Secara manual dilaksnakan dengan memburu kumbang Oryctes sp. dan secara kimiawi dilaksanakan dengan insektisida dengan dosis sesuai tertera pada kemasan

2. Tirathaba sp.

Ulat Tirathaba mennyerang bunga dan buah yang masih muda. Serangan ringan terlihat pada permukaan ujung buah berwarna coklat kuning, sedangkan pada serangan berat mengakibatkan pangkal buah berlubang.pemberantasan dilaksanakan dengan melakukan tunas pasir, membuang buah yang busuk, garuk piringan pokok dan mengatur pusingan panen yang tepat. Penyemprotan dengan menggunakan insektisida kimiawi juga dianjurkan.

3. Ulat pemakan daun

Jenis ulat yang sering menyerang TBM dan TM adalah ulat api (Lima codidae) dan ulat kantong (psyehidae). Pada serangan berat, daun kelapa sawit akan tinggal lidinya. Pemberantasan dilakukan dengan pengutipan (hand picking), penyemprotan dengan hand sprayer; pengasapan (foging), atau infuse akar.

4. Rayap Coptotermes sp.

Rayap sangat menyukai umbut (titik tumbuh) TBM berumur 0 – 2 tahun.

Rayap dapat dicegah dengan membuang atau membakar sisa-sisa batang dan tunggul.

Pemberantasan secara kimiawi dilakukan dengan injeksi batang dengan insektisida.

5. Tikus

Tikus menyerang tanaman muda berumur 0 – 1 tahun pada titik tumbuh (umbut) dan pangkal batang pelepah sawit. Pada TM, tikus sering menyerang bunga jantan dan betina, tandan muda ataupun tandan matang.

Pencegahan dan pemberantasan dilakukan dengan :

Menggunakan benih yang cukup tua antara umur 12 – 18 bulan agar pelepah cukup keras dan tidak disukai tikus.

Membungkus pangkal batang dengan kawat aayam setinggi 1 meter.

Membongkar sarang-sarang tikus dan pembunuhnya dan memasang perangkap tikus atau zat perekat (lem tikus).

Member umpan racun tikus 1 buah/piringan pokok, diberikan 3 hari sekali.

6. Hama lain

Disamping hama yang disebut diatas, ditemukan hama lain yang merusak tanaman secara temporer yaitu Babi Hutan (Artiodacyla), Gajah (Elephantmaxisus), Landak (Rodenta).

B. Penyakit dan Pengendalian

Beberapa jenis penyakit yang sering meyerang tanaman kelapa sawit baik si TBM maupun di TM adalah :

1. Penyakit Busuk Pangkal Batang (Gonoderma sp.)

Penyakit Busuk Pangkal Batang menyerang tanaman umur 4 tahun sampai umur tua. Tanda serangan adalah tanaman terliha agak layu atau pucat.

Penularan penyakit terjadi melalui kontak akar dengan sumber infeksi di dalam tanah seperti potongan akar padat (bole) dan batang yang mengandung koloni panthogen.

2. Penyakit BUsuk Tandan (Marasmius sp.)

Penyakit ini menyerang tanaman muda umur 3 – 6 tahun. Pada tingkat awal infeksi terlihat benang-benang jamur berwarna putih mengkilap di permukaan tandan buah. Pada tingkatan serangan berat jamur telah masuk ked aging buah menyebabkan buah membusukdan warna buah menjadi coklat muda.

Pencegahan dan pemberantasan dilakukan dengan mengurangi kelembaban di sekitar tandan dengan mengadakan tunas pasir, garuk piringan, panen yang teratur dan sanitasi pembuangan buah busuk yang sudah terserang oleh jamur.

Pemberantasan dilakukan dilakukan dengan penyemprotan pestisida kimiawi dengan dosis sesuai anjuran.

3. Penyakit Tajuk (Crown Diseases)

Penyakit ini menyerang TBM umur 0 -3 tahun dan sangat sedikit di TM. Serangan penyakit ini ditandai dengan munculnya pelapah yang tidak membuka sempurna dan cabangnya membengkok membentuk mahkota yang tidak teratur. Pada daun tombak yang belum membuka terlihat pembusukan berwarna coklat.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengadakan seleksi yang ketat di pembenihan, sebab tanda-tanda sudah mulai terlihat sejak benih umur 6 bulan.

C. Pemupukan

Tanaman kelapa sawit membutuhkan pupuk buatan untuk pertumbuhan yang sehat dan berproduksi tinggi. Pupuk yang dibutuhkan adalah Pupuk Nitrogen (N), Pupuk Phospor (P), Pupuk Kalium (K), Pupuk Magnesium (Mg), Pupuk (Bo).

Pemberian pupuk pada tanamn sebaiknyamemperhatikan 4 tepat, yaitu : tepat jenis, tetap dosis, tepat cara tebar dan tepat waktu. Beberapa jenis pupuk dan kandungan hara disajikan pada tabel 2.

Tabel 2. Jenis-Jenis Pupuk dan Kandungan Hara

Pupuk

Hara

Kandungan

Za (Zwavelzuur Amonina)

Urea

RP (Rock Phospate)

TSP (Triple Super Phospat)

MOP (Muriate of Potash)

Abu Janjangan

Kieserite

Dolomit

HGF Borate

Rustika 15, 15, 6, 4

Rustika 12, 12, 17, 2

N

N

P

P

K

P

Mg

Mg

Bo

N.P.K.Mg

N.P.K.Mg

21 % N

45 % N

36 % P2O5

45 %

50 – 60 % K2O5

30 – 36 %

26 % MgO

12 – 22 % MgO

40 % B2O5

15 % N, 15 % P, 6 % K, 4 % Mg

12 % N, 12 % P, 17 % K, 2 % Mg

Waktu dan frekuensi pemberian pupuk dipengaruhi oleh curah hujan, sifat fisik tanah, pengadaan pupuk, jenis pupuk dan umur tanaman. Waktu pemupukan dianjurkan sebagai berikut Aplikasi I : Maret – April dan Aplikasi II : Juli Agustus.

Menetapkan jenis pupuk yang akan diberikan tergantung dari teknik pemupukan yang diterapkan dan perhitungan ekonomisnya. Aspek teknis : memperhitungkan sifat tanah dan sifat pupuksedangkan aspek ekonomi : Memperhitungkan nilai harga persatuan unsure kebutuhan per satuan luas.

Dosis pemupukan untuk setiap jenis tanah berbeda. Pusat penelitian Marihat memberikan gambaran tentang jenis dan dosid pemupukan kelpa sawit pada tanah podzolik, seperti tertera pada table 3.

Umur Tanaman (bulan)

Jenis dan Dosis pupuk kg/pokok

ZA

RP

MOP

KIES

HGF Borate

Lob. Tanaman

1

3

5

8

12

16

20

24

28

32

-

0,10

0,25

0,25

0,25

0,50

0,50

0,50

0,50

0,75

0,75

0,50

-

-

0,50

-

0,75

-

1,00

-

1,00

-

-

-

0,15

0,15

0,35

0,35

0,50

0,50

0,75

0,75

1,00

-

-

0,10

0,10

0,25

0,25

0,50

0,50

0,50

0,75

0,75

-

-

-

-

0,02

-

0,03

-

0,05

-

-

Jumlah

4,35

3,75

4,50

3,70

0,10

Sumber : Pusat Penilitian Marihat

Panen dan pengangkutan Panen merupakan suatu kegiatan memotong tandan buah yang sudah matang kemudian mengutip tandan dan brondolan yang terecer di dalam dan di luar piringan. Tingkat kematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari warna, yaitu merah dan oranye. Buah kelapa sawit memiliki tingkat kematangan yang berbeda, sehingga fraksi buah yang terdapat dalam satu satu kebun dapat berbeda-beda. Berikut disajikan dalam table 4 fraksi buah berdasarkan tingkat kematangan.

Tabel 4. Fraksi buah dan Tingkat Kematangan **)

Jenis Fraksi Buah

Kematangan Tandan Buah Segar (TBS)

Fraksi 00

Buah sawit sangat mentah, brondolan 0 %

Fraksi 01

Buah sawit mentah, brondolan 12,5 %

Fraksi 1

Buah sawit kurang matang, Brondolan 12,5 – 25 %

Fraksi 2

Buah sawit matang I, brodolan 25 – 50 %

Fraksi 3

Buah sawit matang II, brondolan 50 – 75 %

Fraksi 4

Buah sawit lewat matang I, brondolan 75 – 100 %

Fraksi 5

Buah sawit lewat matang II, buah sawit bagian dalam ikut membrondolan

Fraksi 6

Tandan kosong, semuanya membrondol

**) Data PPKS dan LPP

Buah dalam bentuk TBS dan brondolan yang baru dipanen harus segera diangkut ke pabrik untuk menghindari kenaikan asam lemak bebas (ALB) dan menghindari terjadinya pencurian buah. Pada waktu pengangkutan buah, harus dipisahkan antara tandan dan brondolan.

1 komentar: